Extras

Apakah Terlambat?

Diam, Hening..

T’lah hilang suara yang biasa ku dengar

Hitam pekat dan gelap

Kemana perginya cahaya yang dulu kupandang?

Kemana perginya ceria yang dulu tersenyum?

Sinar itu perlahan redup dan menghilang

Tak kusangka, waktu yang dulu melangkah bersamaku..

Sekarang terhenti tiba-tiba

Sosok yang dulu mengiringiku

Sekarang entah dimana

Kau bagai malaikat dimataku

Menerangi kegelapan di depanku

sayang,

Mengapa baru sekarang kusadari kebodohan ini

Mengapa disaat sinar itu hilang, baru ku sadari

bahwa aku butuh cahaya itu..

Mengapa disaat kau pergi

Baru ku sadari, Aku membutuhkanmu..

Kumohon maafkan aku

Atas segala salah salah, khilaf, lupa, alpa, dan kebodohan yang kulakukan padamu

Apakah terlambat bagiku untuk mengakui semua itu?

Disaat aku tidak akan lagi melihatmu tersenyum..

Disaat aku tidak akan lagi melihat matamu menatapku..

Disaat aku tidak akan lagi melihatmu melangkah didepanku..

Disaat aku tidak akan lagi mencium tanganmu..

Disaat aku tidak akan lagi meneguk segarnya ilmumu..

Akankah kudapatkan maaf darimu

Guruku..

Hari ini, tepat setahun kepergianmu. Aku tak pernah berhenti merindukanmu. Pak, terimakasih atas jasamu pada kami selama ini. Aku tau apa yang kau harapkan dari kami. Aku akan berusaha untukmu. Hanya do’a yg bisa kami kirimkan untukmu.. Berikanlah restumu untuk kami anak-anakmu mewujudkan harapamu.

Kami menyayangimu..

Akan Selalu Menyayangimu..

4 Responses

  1. siapo nan di caritokan itu im…..sadih banggat puisinyo tu

  2. sungguh seorang murid yang teladan dan berbakti… mengirimkan doa untuk guru tercinta…. semoga dengan do’a mu… tuhan melapangkan kubur nya… mengampuni dosa-dosanya dan di tempat kan di tempat yang layak disisi NYA. Amin…..

  3. Makasih pak atas doanya…
    Berharap, semoga kami tidak membuat beliau kecewa..:)

  4. duh say…….
    jadi nangis ne dje

Leave a Reply