Apakah Terlambat?
Diam, Hening..
T’lah hilang suara yang biasa ku dengar
Hitam pekat dan gelap
Kemana perginya cahaya yang dulu kupandang?
Kemana perginya ceria yang dulu tersenyum?
Sinar itu perlahan redup dan menghilang
Tak kusangka, waktu yang dulu melangkah bersamaku..
Sekarang terhenti tiba-tiba
Sosok yang dulu mengiringiku
Sekarang entah dimana
Kau bagai malaikat dimataku
Menerangi kegelapan di depanku
sayang,
Mengapa baru sekarang kusadari kebodohan ini
Mengapa disaat sinar itu hilang, baru ku sadari
bahwa aku butuh cahaya itu..
Mengapa disaat kau pergi
Baru ku sadari, Aku membutuhkanmu..
Kumohon maafkan aku
Atas segala salah salah, khilaf, lupa, alpa, dan kebodohan yang kulakukan padamu
Apakah terlambat bagiku untuk mengakui semua itu?
Disaat aku tidak akan lagi melihatmu tersenyum..
Disaat aku tidak akan lagi melihat matamu menatapku..
Disaat aku tidak akan lagi melihatmu melangkah didepanku..
Disaat aku tidak akan lagi mencium tanganmu..
Disaat aku tidak akan lagi meneguk segarnya ilmumu..
Akankah kudapatkan maaf darimu
Guruku..
Hari ini, tepat setahun kepergianmu. Aku tak pernah berhenti merindukanmu. Pak, terimakasih atas jasamu pada kami selama ini. Aku tau apa yang kau harapkan dari kami. Aku akan berusaha untukmu. Hanya do’a yg bisa kami kirimkan untukmu.. Berikanlah restumu untuk kami anak-anakmu mewujudkan harapamu.
Kami menyayangimu..
Akan Selalu Menyayangimu..

siapo nan di caritokan itu im…..sadih banggat puisinyo tu
sungguh seorang murid yang teladan dan berbakti… mengirimkan doa untuk guru tercinta…. semoga dengan do’a mu… tuhan melapangkan kubur nya… mengampuni dosa-dosanya dan di tempat kan di tempat yang layak disisi NYA. Amin…..
Makasih pak atas doanya…
Berharap, semoga kami tidak membuat beliau kecewa..:)
duh say…….
jadi nangis ne dje